Selasa, 05 Oktober 2010

UBUD HALF DAY TOUR


Ubud Tour
Half Day Tour di Bali, acara tour setengah hari mengunjungi obyek wisata atau tempat wisata yang ada di seluruh Bali, Ubud Shopping Tour.

Ubud Shopping Tour , adalah salah satu half day tour di Bali yang mengunjungi obyek wisata yang ada di Bali, terutama di area Ubud.

Berangkat Setiap Hari mulai 09.00 pagi (sekitar : 6 jam)

ubud

Perjalanan tour ini perjalalanan yang sangat special untuk anda yang suka berbelanja / shopping.Obyek pertama yang akan dikunjungi adalah Tohpati, sebuah desa yang sangat akrab dengan sebutan gudangnya kerajinan Batik. Disini para pengerajin akan mendemonstrasikan proses pembuatan batik tulis maupun tenun. Juga tersedia berbagai koleksi yang telah jadi dan siap untuk dijual, namun jangan heran jika harganya cukup mahal karena proses pembuatannya juga menggunakan cara tradisional yang cukup rumit.

Tour kemudian dilanjutkan menuju Celuk, Dikawasan ini terdapat puluhan rumah pengerajin perak yang berderat dipinggir jalan utama. Kita akan menengok aktivitas para pengerajin local di salah satu rumah industri di desa tersebut. Acara shopping berlanjut menuju Batuan, desa yang tak jauh dari Celuk yang terkenal dengan seni lukisnya. Secara garis besar di Bali terdapat berbagai macam aliran seni lukis, dan Batuan merupakan salah satu dari aliran tersebut.

Setelah mengunjungi salah satu rumah pelukis dan galerinya di desa ini, kemudian perjalanan diteruskan menuju Kemenuh. Kemenuh adalah sebuah desa yang terkenal dengan pematung kayunya. Desa Kemenuh adalah pemasok terbesar patung-patung kayu yang dijual di Kuta, Sukawati, Ubud, maupun Mas. Kita akan singgah disebuah rumah pematung didesa tersebut untuk melihat lebih dekat proses pembuatan patung dan juga beberapa hasil karya mereka.

Selanjutnya perjalanan berakhir di Ubud, desa seni yang acapkali disebut sebagai desa international. Memang pantas untuk menyandang gelar tersebut karena hampir disepanjang jalan dipadati dengan restaurant, hotel dan para penjual kerajinan local. Terdapat banyak penginapan dari homestay sampai dengan hotel boutique berkelas international. Berbagai macam museum seni juga terdapat disini, seperti Neka, Antonio Blanco, Arma dan lain-lain.

Yang tak kalah menarik adalah Ubud Art Market, sebuah pasar local yang menjual berbagai produk kerajinan dengan harga murah. Makan siang dapat dilakukan sekitar kota Ubud. Tour usai, kembali ke hotel.

Harga: Rp.350.000 / Mobil (max. 5 orang) Kendaraan ber-AC private,Bensin,Sopir (layanan pemandu wisata kalau ada permintaan)
Extra hours: Rp.40.000/jam

Informasi selanjutnya segera hubungi I Wayan Suyadnya Yasa di +62 (0) 81.337.485.888 atau +62 (0) 87.8611.800.17 fb: wayan suyadnya yasa, e-mail: yanlandung@yahoo.com, gmail: wyansa@gmail.com

ULUWATU HALF DAY TOUR


Uluwatu dan GWK Tour
Half Day Tour di Bali, acara tour setengah hari mengunjungi obyek wisata atau tempat wisata yang ada di seluruh Bali, GWK dan Uluwatu Tour.

Jalan-jalan di Bali terasa belum lengkap tanpa mengikuti pilihan-pilihan kegiatan tour dari kami, karena kami menawarkan tour private dengan standar transportasi exclusive, obyek-obyek wisata yang paling menarik di Bali, serta restaurant-restaurant pilihan. Berikut adalah salah satu pilihan Half Day Tour atau tour setengah hari di Bali yaitu GWK dan Uluwatu Tour

Berangkat Setiap Hari mulai 08.00 pagi (sekitar : 5 jam

Pantai Tanjung Benoa,adalh obyek pertama yang akan dikunjungi pantai dengan hamparan pasir putih yang indah di belahan Bali selatan. Pantai ini berair tenang dan bersih serta sangat cocok sebagai tempat rekreasi wisata air seperti:glass bottom boat,banana boat,jet ski,flying fish,diving,parasailing dan tak kalah pentingnya adalah donut(bentuknya menyerupai donut)dan sungguh akan membahagiakan anda dan juga untuk keluarga yang ikut berlibur. Tempat ini juga menyewakan boat menuju pulau Penyu, tempat penangkaran dan pemeliharaan penyu terbesar di Bali.

Kemudian tour dilanjutkan menuju Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, compleks wisata dimana terdapat patung Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung Garuda yang rencananya dipakai sebagai icon Bali di dunia international.

Beristirahat sebentar untuk makan siang, perjalanan dilanjukan ke Pura Uluwatu, Pura suci peninggalan Dang Hyang Nirartha dalam misinya menyebarkan agama Hindu di Bali. Dang Hyang Nirartha adalah seorang pendeta suci yang datang ke Bali pada abad ke 16, dan ditempat inilah beliau mengakhiri perjalanannya serta menuju nirwana tanpa meninggalkan jasadnya di dunia. Pura ini dijaga oleh puluhan kera yang konon merupakan pengikut setia Sang Pendeta.

Setelah itu tour dilanjutkan menuju Joger (Pabrik Kata-Kata) , sebuah tempat shopping yang terkenal dengan berbagai souvenir dengan hiasan kata-kata yang unik, tour selesai kembali ke hotel.
Harga: 300.000 / Mobil (max. 5 orang),kendaraan ber-AC private,Bensin,Sopir (Pemandu wisata kalau ada permintaan)

Extra hours: Rp.40.000/jam

DENPASAR CITY TOUR


Denpasar City Tour
Half Day Tour di Bali, acara tour setengah hari mengunjungi obyek wisata atau tempat wisata yang ada di seluruh Bali,atau sering disebut denganThe Capital City Tour.

Denpasar City Tour atau sering dusebut The Capital City Tour , adalah salah satu pilihan half day tour di Bali mengunjungi obyek wisata yang ada di Bali, terutama di pusat kota Denpasar.

Berangkat Setiap Hari mulai 09.00 pagi (sekitar : 5 jam)

Bajra Sandhi

Tour ini menyajikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari masyarakat kota serta obyek-obyek menarik di Kota Denpasar. Tempat pertama yang akan dikunjungi adalah Pasar tradisional Kumbasari/Badung. Pasar ini adalah pasar tradisional yang dipisahkan oleh Tukad Badung (Sungai Badung) di jantung kota Denpasar.

Disini tersedia berbagai macam kebutuhan masyarakat Bali sehari-hari dari sesajen, buah-buahan, sayur-mayur, makanan/minuman sampai dengan pakaian dan perlengkapan sembahyang. Kerap dijumpai aksi tawar menawar antara pedagang dengan pembeli, jadi jikalau ingin berbelanja disini, kepiawaian dalam tawar menawar sangat diperlukan. Ditempat ini juga terdapat masyarakat local yang menawarkan jasa angkutan dokar (delman/kereta kuda) bagi para pengunjung yang berminat.

Kemudian beranjak menuju Museum Bali & Lapangan Puputan. Tempat ini acapkali digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga karena tempatnya sangat teduh dengan pepohonan yang rindang. Ditempat yang sama juga berdiri sebuah kompleks bangunan yang dikenal dengan Museum Bali. Museum ini didirikan pada tahun 1932 dan memiliki berbagai macam koleksi seperti benda arkeologi, berbagai jenis topeng, barang kerajinan, lukisan dan juga ilustrasi berbagai arsitektur bangunan di Bali.

Dilanjutkan dengan mengunjungi Bajra Sandhi monument di Niti Mandala Renon Denpasar. Monument ini merupakan monument peringatan atas jasa para pahlawan Bali yang telah mengorbankan jiwa mereka untuk membela tanah kelahiran tercinta. Bentuk bangunan monument menyerupai sebuah genta dan berdiri ditengah lapangan yang cukup luas. Bangunan terdiri dari beberapa ruangan yang didalamnya memamerkan puluhan pragmen miniature perjuangan. Makan siang di lokal restauran yang ada di sekitar Sanur, Tour usai, kembali ke hotel.

Harga: 350.000 / Mobil (max. 5 orang) kendaraan ber-AC private, Bensin, Sopir (Pemandu wisata/guide kalau ada permintaan)

Extra hours: Rp.50.000/jam

BEDUGUL TOUR


Bedugul dan Tanah Lot Tour
Tour sehari penuh atau Full Day Tour di Bali, acara tour sehari penuh mengunjungi obyek wisata atau tempat wisata yang ada di seluruh Bali, Bedugul dan Tanah Lot Tour.

Bedugul dan Tanah Lot Tour, adalah salah satu pilihan tour sehari penuh atau full day tour tour di Bali yang mengunjungi obyek wisata yang ada di Bali, terutama Bali bagian barat .

BEDUGUL TANAH LOT TOUR

Berangkat Setiap Hari mulai 08.00 pagi (sekitar : 9 jam)

bedugul Tour dimulai dengan mengunjungi Pura Taman Ayun, Pura peninggalan masa kejayaan Raja Mengwi. Pura ini dikelilingi dengan kolam indah yang menggambarkan sebuah kerajaan dengan perlindungan bentengnya.

Di halaman utama terdapat beberapa Meru (tempat pemujaan yang atapnya bertingkat ganjil) untuk memuja para Dewa yang bersemayam di setiap Gunung di Bali seperti G. Agung, G. Batur, G. Batukaru dan lain-lain.

Dilanjutkan dengan obyek wisata Bedugul untuk melihat keindahan Danau Beratan dan Pura Ulundanu. para petani di Bali. Makan siang disajikan di Mentari restaurant Bedugul. Selanjutnya beranjak menuju Alas Kedaton, hutan kecil dengan sebuah Pura suci yang dijaga oleh puluhan kera dan kalong (kelelawar raksasa).

Setelah itu dilanjutkan dengan mengunjungi Tanah Lot, kawasan pantai selatan yang terkenal dengan keunikan pura ditengah laut (Pura Tanah Lot) dan keindahan sunsetnya.Tour usai, kembali ke hotel.

Harga Rp.450.000 / Mobil (max. 5 orang) Kendaraan ber-AC private,Bensin,Sopir (layanan pemandu wisata kalau ada prmintaan)

Extra hours: Rp.50.000/jam

BESAKIH TOUR


Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi.
Keberadaan fisik bangunan Pura Besakih, tidak sekedar menjadi tempat bersemayamnya Tuhan, menurut kepercayaan Agama Hindu Dharma, yang terbesar di pulau Bali, namun di dalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Sebuah gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Tuhan untuk wilayah pulau Bali dan sekitar. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis.

Makna filosofis yang terkadung di Pura Besakih dalam perkembangannya mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi:

1. Sistem pengetahuan,
2. Peralatan hidup dan teknologi,
3. Organisasi sosial kemasyarakatan,
4. Mata pencaharian hidup,
5. Sistem bahasa,
6. Religi dan upacara, dan
7. Kesenian.

Ketujuh unsur kebudayaan itu diwujudkan dalam wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Hal ini sudah muncul baik pada masa pra-Hindu maupun masa Hindu yang sudah mengalami perkembangan melalui tahap mitis, tahap ontologi dan tahap fungsional.
Pura Besakih sebagai objek penelitian berkaitan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang berada di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.

OBYEK PENELITIAN

Berdasar sebuah penelitian, bangunan fisik Pura Besakih telah mengalami perkembangan dari kebudayaan pra-hindu dengan bukti peninggalan menhir, punden berundak-undak, arca, yang berkembang menjadi bangunan berupa meru, pelinggih, gedong, maupun padmasana sebagai hasil kebudayaan masa Hindu.

Latar belakang keberadaan bangunan fisik Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa yang dikonsepsikan gunung tersebut sebagai istana Dewa tertinggi.

Pada tahapan fungsional manusia Bali menemukan jati dirinya sebagai manusia homo religius dan mempunyai budaya yang bersifat sosial religius, bahwa kebudayaan yang menyangkut aktivitas kegiatan selalu dihubungkan dengan ajaran Agama Hindu.

Dalam budaya masyarakat Hindu Bali, ternyata makna Pura Besakih diidentifikasi sebagai bagian dari perkembangan budaya sosial masyarakat Bali dari mulai pra-Hindu yang banyak dipengaruhi oleh perubahan unsur-unsur budaya yang berkembang, sehingga mempengaruhi perubahan wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Perubahan tersebut berkaitan dengan ajaran Tattwa yang menyangkut tentang konsep ketuhanan, ajaran Tata-susila yang mengatur bagaimana umat Hindu dalam bertingka laku, dan ajaran Upacara merupakan pengaturan dalam melakukan aktivitas ritual persembahan dari umat kepada TuhanNya, sehingga ketiga ajaran tersebut merupakan satu kesatuan dalam ajaran Agama Hindu Dharma di Bali.

Sekilas tentang Agama Hindu Dharma

Agama adalah ajaran tentang Ketuhanan. Semua agama adalah benar adanya. Marilah kita sebagai manusia, mengayomi agama-agama yang ada, di seluruh dunia. Agama Hindu lahir dari peradaban di sekitar sungai Shindu, berawal dari India, sekitar tahun 5500 sebelum masehi.

Agama Hindu di Bali mendapat tempat di hati masyarakat, karena dianggap sesuai dengan kebudayaan berkembang saat itu.

KINTAMANI TOUR


Barong dan Kintamani Tour
Barong Kintamani Tour adalah tour sehari penuh atau Full Day Tour di Bali, acara tour selama sehari penuh mengunjungi obyek- obyek wisata atau tempat wisata yang ada di seluruh Bali, Barong dan Kintamani Tour.

Tour sehari penuh atau full day tour merupakan pilihan yang tepat untuk mengisi acara liburan di Bali.Kami menyadikan beberapa pilihan tour sehari penuh atau full day tour mengunjungi obyek wisata tempat menarik yang lainnya di Bali,salah satunya barong kintamani tour, detailnya sbb :

BARONG KINTAMANI

Berangkat Setiap Hari mulai 08.00 pagi (sekitar : 9 jam)

barong kintamani

Nonton Tari Barong di desa Batubulan/desa Kesiman, pementasan pragmen tari yang diangkat dari ephos Mahabrata kehidupan yang menceritakan baik dan buruknya kehidupan dan akan selalu ada dan berimbang. Singgah di Galuh sebagai pusat batik dan souvenir Bali, dilanjutkan dengan Celuk sebagai pusat kerajinan perak.

Mengunjungi obyek wisata Goa Gajah peninggalan agama Hindu dan Budha pada abad ke-11. Obyek ini adalah pura dengan situs-situs purbakala berupa sebuah goa tempat pertapaan, patung-patung, kolam pemandian, dan reruntuhan candi peninggalan Hindhu & Budha. Disebut Goa Gajah karena didalam goa tersebut terdapat patung Dewa Ganesha.

Selanjutnya langsung beranjak menuju Kintamani untuk menyaksikan pemandangan Gunung dan Danau Batur yang begitu indah. Makan siang di Kintamani restaurant dengan latar belakang Danau dan Gunung Batur.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pura Tirtha Empul Tampaksiring, Pura yang menceritakan tentang kemenangan bala tentara Dewata. Disini terdapat beberapa mata air suci yang konon diciptakan oleh Dewa Indra untuk mengobati bala tentara-Nya yang keracunan akibat ulah sang raksasa. Selanjutnya singgah di Sukawati, pasar lokal yang menyediakan barang-barang kerajinan dengan harga murah. Tour usai, kembali ke hotel.

Harga: Rp.450.000/ Mobil (max. 5 orang) Kendaraan ber-AC private,bensin,sopir (tour guide kalau ada permintaan)

Extra hours: Rp.50.000/jam

Jumat, 01 Oktober 2010

DESA MAS


Identitas paling pokok tentang desa Mas adalah sebuah desa seni dengan fokus seni ukir patung kayu. Desa Mas, Kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar memiliki style khas dalam seni ukir patung kayu yang mengedepankan sinergi ciri humanisme dan naturalisme. Ketenaran desa ini sebagai desa seni yang menasional dan mendunia tidak lepas dari kebesaran nama dari beberapa maestro yang lahir, dibesarkan dan menemukan jatidiri, taksu dan roh berkesenian besar Ida Bagus Tilem (almarhum) dan lain-lain.

Desa ini memiliki akar sejarah yang panjang. Hasil seni kerajinan patung kayu di desa itu memiliki dimensi-dimensi yang luas dan beragam seperti patung untuk persembahan (patung-patung arca yang melalui upakara sakralisasi dapat diistanakan sebagai simbol tentang arca yang sakral, dimensi representasi kehidupan sosial bagi kehidupan masyarakat sehari-hari (petani,nelayan,pengerajin,intelektual,pedagang, dimensi abstrak sebagai wujud imaginasi seniman yang tanggap akan hakekat, dinamika dan filosofi untuk kepentingan cendramata dan komoditi perdagangan lokal, nasional dan internasional.

Masyarakat Desa Mas seperti halnya dinamika desa-desa yang lain di Bali, juga telah mengalami transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat berkerajinan dan kini berlanjut ke masyarakat jasa, baik jasa perdagangan maupun masyarakat pengadaan cendramamata bagi para wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Walaupun idntitas pokok Desa Mas adalah desa seni patung, kini juga berkembang beberepa objek dan daya tarik wisata yang telah memperkaya daya tarik desa tersebut. Satu objek dan daya tarik budaya yang sangat potensial dan penting di bagian utara Desa Mas museum Rudana, satu dari beberapa museum monumental tentang kesenian Bali, khususnya seni lukis. Museum ini memiliki koleksi yang sangat besar, khas dan mengkoleksi berbagai karya seni lukis yang adiluhur.

Lokasi Desa Mas, berada dalam posisi yang strategis dan dapat di capai

Selasa, 28 September 2010

DESA CELUK



DESA CELUK

Citra yang paling menonjol tentang desa celuk adalah sebuah desa obyek wisata kerajinan emas dan perak. Desa yang terletak di kecamatan Sukawati,kabupaten Gianyar ini memiliki kekhasan dan keunggulan dalam bidang kerajinan emas dan peraknya dalam kuantitas yang besar dan kwalitas yang bermutu tinggi. Hampir semua keluarga dan penduduk Desa Celuk orang Bali yang sangat profesional, trampil dan seni dalam mengembangkan kreasi desain dan variasi terkait dengan kerajinan emas dan perak.

Desa kerajinan yang memiliki akar sejarah yang panjang ini, hasil produksinya sudah menembus pasaran lokal,nasional dan internasional. Beragam jenis kreasi dan variasi perhiasan, baik sebagai cendramata maupun sebagai komoditi eksport di produksi di desa itu yang meliputi berbagai jenis cincin,gelang,kalung,anting-anting,giwang,tusuk konde,bross dan berbagai jenis lainnya. Disamping itu, pengerajin Celuk yang sangat respon terhadap permintaan pasar juga memproduksi produk-produk modern seperti medali, maket dan simbol-simbol budaya.

Dalam rentangan sejarah perkembangan seni kerajinan emas dan perak tersebut, langkah penemuan diawali oleh sekelompok keluarga yang tergolong clan Pande. Dari kalangan keluarga ini, aktivitas kerajinan emas perak menyebar keseluruh warga masyarakat sebagai jenis mata pencahariaan hidup utama yang berangsur-angsur menggeser mata pencahariaan hidup sebagai petani. Sekitar dekade tahun 1970-an telah terjadi perubahan struktur masyarakat desa secara signifikan, dari struktur masyarakat agraris ke struktur masyarakat industri kerajinan. Dan bahkan kini, sebagian mereka telah melompat lagi ke struktur ekonomi jasa dengan fokus jasa kepariwisataan. perubahan dan lompatan struktur tersebut telah membawa dampak positif yang baru bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Desa Celuk, Kuta dan Ubud tergolong sebagai kategori desa makmur di Bali dengan income per capita yang tinggi.

Lokasi Desa Celuk sangat strategis. Dengan jarak sekitar 10Km dari kota Denpasar, desa ini berada dalam jaringan desa-desa objek dan kunjungan wisatawan yang potensial dan beragam. Desa-desa tetangga tersebut adalah desa Batubulan dengan ciri khas seni tari barong dan ukir batu padas, desa Singapadu dengan ciri khas desa seni yang di lengkapi oleh rekreasi Taman Burung dan kebun Binatang, desa Batuan dengan seni lukis tradisional, desa Guang adalah desa seni ukir kayu, dan pasar seni Sukawati sebagai sentra perdagangan seni dan cndramata. Disepanjang jalan raya Celuk, sepanjang kurang lebih 2Km ditemukan di kiri kanan jalan berbagai jenis artshop Gold and Silver yang terbuka bagi kunjungan para wisatawan domestik dan mancanegara. Begitu juga dibagian pedalaman desa tersebut, tersebar aktivitas dan workshop kerajinan emas perak yang siap menerima pesanan dalam partai kecil dan juga besar.

Kreaktivitas pengerajin desa Celuk tidak hanya trbatas dalam arena pasaran lokal. Mereka juga adalah pengerajin dan pebisnis yang memanfaatkan peluang-peluang promosi dalam berbagai pameran dan festival seni dalam level yang besar dari pameran di Pesta Kesenian Bali, pameran di pusat-pusat kota besar seperti Jakarta dan bahkan beberapa di antara mereka telah melaksanakan pameran pada pasar dagang internasional di Eropa,Australia,Jepang dan amerika.

Sebagai desa kunjungan dan objek wisata di Bali selatan, desa Celuk ramai dikunjungi pada pagi, siang dan sore hari. Kunjungan tersebut, baik pada saat awal tour di pagi hari, maupun saat wisatawan kembali ke hotel di sore hari.

UBUD TOUR


BATUBULAN

Batubulan merupakan sebuah desa seni di gerbang barat kabupaten Gianyar. Identitas dan citra sebagai desa seni yang menasional dan mendunia dibangun melalui seni tari Barong (Barong and Kris Dance) yang di pentaskan setiap hari pada lima stage di desa itu, yaitu: Stage Pura Puseh, Stage Tegaltamu, stage Denjalan, Stage Sahadewa dan Stage Sila Budaya.

Daya tarik wisata budaya ini secara menyeluruh bersumber dari keragaman dan kuwalitas potensi seni di desa Batubulan yang mencakup seni tari, seni kerawitan, seni patung, seni sastra. Di desa ini disamping berkembang seni turistik juga tetap hidup seni hiburan (balih-balihan) dan seni sakral (seni wali).

Desa Batubulan, pada awalnya adalah sebuah desa agraris yang di topang oleh seni ukir batu padas. Mengandalkan potensi seni, lokasi yang strategis dan jaringan desa yang terbuka secara lokal,nasional,global, desa ini kemudian tumbuh sebagai objek wisata budaya yang sangat menarik dan populer. Seluruh jaringan paket tour wisata ke bali tengah dan Bali timur berawal dari desa Batubulan. Terminal Batubulan berperan strategis sebagai simpul komonikasi ke delapan kabupaten di Bali: Denpasar, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng dan Jembrana bagi wisatawan kategori individual dan explorer dengan fasilitas transportasi darat. Batubulan merupakan relasi pembuka untuk menjangkau jaringan seluruh Bali.

Desa Batubulan terletak pada jarak 8Km dari kota Denpasar, ibukota propinsi Bali. Desa ini terdiri dari tiga Desa adat. Yaitu: Desa adat Tegaltamu, Desa adat JeroKuta dan Desa adat Delod Tukad. Di dalamnya tercakup 16 banjar. secara demografis, desa ini tergolong desa berpenduduk padat dengan jumlah penduduk tahun2003 sebesar 11.333 jiwa dengan 2.775 Kepala keluarga.

Secara etimologi, nama Batubulan berakar dari dua kata, yaitu Batu dan Bulan (moonstone) yang secara harfiah mengandung arti kokoh dan bersinar lembut, serta secara maknawi merefleksikan satu ketahanan sosial dalam kecerahan seni dan kultural.

Dalam cerita legenda dan perspektif historis-mitologis, nama Batubulan diangkat dari temuan tokoh Dewa Kalesan, seorang pejuang dan pelopor pembuka kawasan Batubulan. Melalui aktivitas bersama pada masa lampau dalam perambasan pembukaan hutan yang lebat ditemukan satu lokasi unik religius yang konon sebagai satu simpul batu memancarkan sinar suci. Tempat tersebut, pada pandangan emik orang Batubulan diyakini sebagai asal muasal wilayah satu komunitas yang kini bernama Desa Batubulan. Dilokasi tersebut yang terletak di tengah palemahan desa sejak dulu sampai kini berdiri satu pura yang bernama Pura Batubulan.

Obyek unggulan dan daya tarik utama desa Batubulan dalam kerangka peta objek-objek wisata Bali adalah seni Tari Barong dan ukiran batu padas. Objek ini menjadi semakin terkenal karena di topang oleh daya tarik wisata yang terus berkembang dan beragam.

Keragaman daya tarik Batubulan di bidang pariwisata meliputi: (1).Pantai selatan yang cocok untuk rekreasi dan surfing; (2).Berkembangnya kerajinan dan perdagangan tenun ikat; (3). Berkembangnya seni turistik mencakup: tari Kecak,tari Sanghyang Api,tari Joged,tari Legong. (4). Tersedianya lokasi yang menarik, nyaman dan artistik untuk penyelenggaraan Bali Night; (5).Adanya Pura Puseh(Kahyangan Tiga) dengan pola struktur dan artsitektur yang megah dan agung; (6).Tersebarnya disamping jalan desa, artshop dan bisnis stone carving dari lava stone dan juga dari batu padas lokal.

Sebagai obyek wisata dan kawasan bisnis ukiran batu padas, Desa Batubulan ramai dikiunjungi wisatawan mancanegara dan domestik sejak pagi hari,sore hari sampai petang harinya. Pagi hari jam 09.30-10.30 diadakan pementasan tarian Barong dan Kris secara rutin dan juga di saat petang hari jam 18.30-19.30 dipentaskan tarian Kecak dan Api atau juga disebut Bali Night,sedangkan selama 12 jam di siang hari adalah waktu bisnis disepanjang artshop dan workshop disepanjang wilayah desa Batubulan. Batubulan juga bertetangga dengan desa-desa seni lainnya yang potensial seperti Desa Singapadu,Desa Celuk dan juga Desa Guang.

Selasa, 21 September 2010

SERANGAN TOUR



DESA SERANGAN

Desa Serangan adalah sebuah desa kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Bali, dimana Desa ini dulunya adalah sebuah pulau namun dengan adanya reklamasi, maka pulau ini menyatu dengan pulau Bali.

Menurut cerita orang tua dahulu bahwa munculnya pulau Serangan di awali dari sebuah desa tertimpa suatu musibah, dimana penduduknya habis ditelan oleh burung Garuda, namun yang terakhir tidak bisa ditelan atau dimuntahkan. Lalu burung itu terbang tidak menentu arah tujuannya, hingga sampailah burung Garuda itu di teluk selatan. Di situlah burung Garuda merendam badannya sambil mengais-ngaiskan kakinya sehingga tanah bermunculan sehingga membentuk suatu daratan yang sekarang di kenal dengan pulau Serangan. Ditempat inilah burung Garuda memuntahkan manusia terakhir yang tidak dapat ditelannya, manusia ini di sebut Si Utah Garuda. Setelah SI Utah Garuda keluar dari mulut Garuda, lalu burung itu berkata, "Hai kamu adalah orang ksatria utama, semoga kamu bisa hidup bahagia di pulau ini". semenjak itu Si Utah Garuda menetap di daratan ini. Para nelayan yang biasa mencari ikan di tempat itu merasa heran, dengan keberadaan baru itu yang di huni oleh seseorang. Mereka bertanya kepada Si Utah Garuda, mengapa dia berada di daratan ini dan Si Utah Garuda menjawab dia juga tidak tahu mengapa dia berada disini, dia hanya tahu dia dimuntahkan oleh seekor Burung Garuda. Mendengar hal itu, nelayan merasa kasihan dan memberikan bekal mereka pada Si Utah Garuda, bahkan mereka ingin mengajak tinggal di tempat mereka, namun Si Utah Garuda tidak mau, dia bersikeras ingin tinggal di daratan tersebut.

Para nelayan yang datang ke tempat itu berkaul kepadanya, seandainya mereka mendapatkan ikan yang banyak bahwa mereka akan membawakan Si Utah Garuda sekedar makanan dan ada pula yang akan membuatkan tempat berteduh. Ternyata semua permintaan para nelayan terkabul. Mereka mendapatkan banyak ikan, semenjak itu berita mengenai Si Utah Garuda tersebar dimana-mana sementara itu banyak orang datang untuk membuat pondok dan menetap di tempat itu. Begitu banyaknya orang datang dan berkaul kepadanya, di buatkan sebuah pelinggih disebelah pondok untuk di pujanya. Dengan keberadaan Si Utah Garuda dan orang-orang yang menetap di sana maka mereka membentuk satu sistem kemasyarakatan yang mempunyai aturan-aturan tersendiri yang sampai sekarang di sebut Desa Adat Serangan.

Istilah Serangan berasal dari kata "Sira-Angen" yang dalam bahasa Bali berarti "sire sane nenten kelangen" artinya "siapa yang tidak kasihan". Ini berawal dari keberadaan Si Utah Garuda di daratan yang membuat orang-orang kasihan kepadanya, maka daratan/tempat tersebut di beri nama Serangan. Demikian secara singkat mengenai sejarah Desa Serangan (Sumber Pemangku Pura Cemara Desa Serangan, I Ketut Rampun)

Serangan sebagai objek dan daya tarik wisata berlokasi di Desa/Kelurahan Serangan,Kota Denpasar,Propinsi Bali yang luasnya 101 hektar (namun dengan diadakan reklamasi pantai Serangan,kini luas Desa tersebut 365 hektar) dan mempunyai tinggi 3 meter dari permukaan laut. Mengingat desa ini terletak di daerah pantai maka akan mempengaruhi suhu udaranya, yang rata-rata panas. Jarak Desa Serangan menuju pusat pemerintahan kecamatan sejauh 4,5 km dan 20,5km menuju Kabupaten (Badung).

Secara geografis batas-batas wilayah Desa Serangan adalah: sebelah utara: Desa Sanur Kauh, sebelah selatan: Kelurahan Tanjung Benoa, sebelah barat: Kelurahan pedungan, sebelah timur: selat Badung. Secara administrasi Desa Serangan terdiri dari enam banjar adat Hindu, dan satu adat Kampung Bugis (Islam), yakni: Banjar Dukuh, Banjar Peken, Banjar Kawan, Banjar Tengah, Banjar Kaja, Banjar Pojok, Banjar Bugis.

Berdasarkan data monografi Desa Serangan sampai akhir tahun 2002, jumlah penduduk penduduknya mencapai 3.261 orang, yang terdiri dari 1.558 orang laki-laki, dan 1.703 orang perempuan. Keseluruhan jumlah penduduk tersebut berprofesi sebagai nelayan. Mengingat daerah ini adalah daerah pesisir, makanya penghasilan daerah ini dari hasil laut.

Adapun fasilitas (sarana dan prasarana) yang ada di Desa Serangan dapat dikatakan belum memadai seperti belum adanya sarana akomodasi seperti: penginapan,hotel,bungalow dan lain-lain, mengingat desa ini baru dikembangkan dalam beberapa tahun ini dan saat ini masih dalam proses pengembangan kearah yang lebih maju.

Fasilitas yang sudah ada yakni: (a) Jalan.Keadaan jalan di desa ini sudah lebih lebih baik dari sebelumnya. Sebagian jalan sudah di aspal dan dapat di tempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Adanya penerangan di sepanjang jalan pada malam hari semakin mempermudah orang-orang yang melalui jalan di Desa Serangan.(b). Restoran (Kafe). Di desa ini terdapat tujuh restoran (kafe) yang lokasinya berdampingan yaitu di sebelah tenggara agak jauh dari pemukiman penduduk. (c). Alat komunikasi. Terdapat dua buah wartel dan tiga buah telpon umum yang di tempatkan di kantor Lurah, pasar dan di kantor KUD. Walaupun sebelumnya terdapat lebih dari tiga telpon umum, namun karena adanya kerusakan atau kurang adanya perawatan maka saat ini hanya ada tiga telpon umum. Dengan adanya alat komunikasi ini maka akan membantu mempermudah masyarakat melakukan komunikasi jarak jauh, namun sampai saat ini belum ada kantor pos.(d). Puskesmas Pembantu. Puskesmas di desa menempatkan dua orang perawat untuk membantu masyarakat untuk berobat. Bangunan, serta fasilitas lainnya mendapat subsidi dari pemerintah. (e). Tempat Ibadah. Terdapat 18 pura dan 1 mesjid yang terdapat di perkampungan Bugis. Karena sangat minim penduduk beragama Kristen dan Budha maka belum ada Gereja dan Wihara di sana. (f). Tempat memancing. Desa Serangan sangat cocok untuk tempat memancing karena memiliki lautan dan pantai yang cukup luas dan tentu dengan hasil laut yang berlimpah. (g). Lain-lain. Sekolah-sekolah sudah cukup bagus, sebagian besar gedung-gedungnya sudah di renovasi dan di berikan fasilitas yang lebih memadai seperti sarana lampu di kelas-kelas dan sekitarnya, air PAM dan dan listrik cukup lancar sehingga penduduk tidak kesulitan akan kebutuhan air dan listrik.

PURA SAKENAN

Pura Sakenan terletak di pinggir barat laut wilayah Desa Serangan, kecamatan Denpasar selatan, kabupaten Badung, sekitar 10km ke arah selatan dari kota Denpasar. Dari Pura Sakenan terlihat pemandangan pantai dan laut yang indah, deretan bukit-bukit dan pantai Nusa Dua yang terletak di sebelah selatannya.

Struktur Pura Sakenan terdiri dari dua kelompok yaitu:

1. Pura Sakenan, komplek Pura Sakenan terletak di timur.
2. Pura Dalem Sakenan, komplek Pura Sakenan yang terletak di barat.

Berdasarkan lontar Dwijendra tattwa, nama Sakenan berasal dari kata "Sakya" yang berarti dapat langsung menyatukan pikiran. Lontar tersebut menguraikan bahwa pada bagian tepi barat laut Serangan, DangHyang Nirarta tertegun, merasakan keindahan alam, laut yang tenang dengan keasrian pantainya. Oleh karena itu beliau menginap di sana dan melakukan yoga, memuja keagungan Tuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan. Pada saat melakukan yoga Beliau bisa langsung menyatukan pikiran atau "sakya", oleh karena itu beliau membangun tempat pemujaan yang di beri nama "pura Sakenan".

Pada saat ini Pura Sakenan yang di bangun oleh DangHyang Nirartha tersebut di kenal dengan nama "Pura Dalem Sakenan",komplek Pura Sakenan di bagian barat.

Tinjauan sejarah Pura Sakenan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Berdasarkan lontar Usana Bali, yang menguraikan bahwa Mpu Kuturan banyak
membangun pura di Bali, diantaranya disebutkan adalah "Bhatara ring Sakenan".Bila Mpu Kuturan yang dimaksud orangnya sama dengan tokoh Senopati Kuturan yang hidup pada masa pemerintahan Anak Wungsu 1049-1077 Masehi, maka Pura yang didirikan oleh Mpu Kuturan berdasarkan Lontar Usana Bali adalah komplek Pura Sakenan yang terletak disebelah timur, di bangun oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11.

2. Berdasarkan Lontar Dwijendra Tattwa, yang antara lain menguraikan setelah DangHyang Nirartha menulis kekawin Anjang Nirartha (berisi uraian objek keindahan yang disaksikan sepanjang perjalanan bertirtayatra)di Nusa Dua, maka beliau melanjutkan perjalanan ke arah utara dan kemudian tiba di tepi barat laut pantai Serangan. Di tempat itu beliau beryoga dan dapat langsung menyatukan pikiran atau sakya dan kemudian beliau mendirikan tempat pemujaan yang dinamakan Pura Sakenan. Pura yang didirikan oleh beliau dinamakan "Pura Dalem Sakenan", yang terletak di komplek sebelah barat. Berdasarkan Dwijendra Tattwa tersebut, dapat dikatakan bahwa, Pura Sakenan yang terletak disebelah dibagian barat dibangun oleh Danghyang Nirartha pada abad ke-16 karena beliau menjadi purohita (pendeta penasehat raja)pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong yang menjadi raja sekitar tahun 1460-1552 M.

3. D Pura Dalem Sakenan terdapat peninggalan arkeologi yang berasal dari periode abad ke-16-17. Peninggalan tersebut adalah sebuah candi berbentuk "Prasadha", yaitu sebuah gapura bersayap berikut dua buah arca Ganesha yang berada didepannya selaku Dwarapala. Gapura dan arca Ganesha yang terdapat di Pura Sakenan tersebut berasal dari periode abad ke-16-17, berdasarkan analisis komparatif, membandingkan tipe dan hiasannya dengan gapura bersayap yang ada di Pura Uluwatu dan gapura bersayap di Mesjid Sandangduwur, lamongan Jawa Timur. Diantara ketiga gapura bersayap tersebut, tipe dan hiasannya serupa sehingga diduga berasal dari periode yang sama yaitu dari abad ke 16-17M. Perkiraan tersebut didasari atas angka tahun dalam bentuk candrasangkala pada gapura bersayap yang ada di Mesjid Sandangduwur yang berbunyi "Gunaning Salira Tirta Hayu" yaitu tahun 1483 Saka atau 1561 Masehi (guna=8,salira/sarira=8, tirta=4, hayu=1). Prasadha yang terdapat di Pura Dalem Sakenan tersebut, memiliki tipe serupa dengan prasada yang terdapat di Pura Taman Ayun dan prasada yang terdapat di Pura Sada di Desa Kapal. Ketiga pura tersebut memiliki ikatan dengan keberadaan kerajaan Mengwi pada periode abad ke-17.

Fungsi Pura Sakenan tersirat dalam sumber seperti:

1. Usana Bali, antara lain menguraikan tentang pendirian pura yang disebut "Bhatara ring Sakenan". Berdasarkan uraian tersebut, fungsi Pura Sakenan adalah untuk memuja "Bhatara" yaitu salah satu aspek manifestasi Tuhan yang dipuja sebagai Ista Dewata di Pura Sakenan tersebut.

2. Dwijendra Tattwa menyebutkan bahwa ketika danghyang Nirartha melakukan yoga di Pura Sakenan, beliau dapat langsung menyatukan pikiran atau sakya, terasa olehnya di tempat itu ada sumbu kekuatan suci untuk memuja Hyang yaitu Tuhan, untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.

3. Tradisi setempat memandang bahwa aspek manifestasi Tuhan yang di puja di Pura Sakenan adalah "Bhatara Rambut Sakenan" atau "Bhatara Rambut Sedana" yaitu untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Upacara Piodalan di Pura Sakenan diadakan setiap 6 bulan sekali (210hari), hari Sabtu Kliwon Kuningan, bersamaan dengan perayaan hari Raya Kuningan. perayaannya di lakukan selam 3 hari. "Ida Bhatara Nyejer" dan puncak acaranya disebut "Upacara Magpag Sakenan" dilaksanakan pada hari ke-2 yaitu hari minggu Umanis Langkir.

Perayaan upacara piodalan disertai dengan pementasan Tari Wali dan Tari Wewalian seperti: Barong Ket, Barong landung. Pada waktu upacara piodalan, umat Hindhu berduyun-duyun datang untuk bersembahyang. mereka berasal dari berbagai daerah, khususnya dari kabupaten Badung.

SANUR

Pantai Sanur terletak di kecamatan Denpasar selatan, kota Denpasar. Pantai ini terletak disebelah timur dan selatan Desa Sanur, yang merupakan tepi Samudera Indonesia, sebelah selatan pulau Bali. Tempat ini sudah terkenal sejak dahulu kala terutama sejak terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906 yang mana Belanda mendaratkan tentaranya di pantai ini. Dalam sejarah Bali kuno, pantai Sanur juga terkenal, dan masih ada Tugu Batu Bertulis yang merupakan Prasati Raja Kesari Warmadewa yang berkeraton di Singadwala tahun 917, dimana sekarang terdapat di Blanjong bagian selatan pantai Sanur. Di kalangan pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di Sanur sejak tahun 1937 dan mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri.

Daya tarik pantai Sanur sebelah utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian selatannya berbelok dari timur ke barat dimana gelombang lautnya tidak terlalu besar dan bila airnya surut akan kelihatan batu karang yang membentang berwarna warni. Di sebelah tenggara terlihat gugusan pulau Nusa Penida diseberang laut dan sebelah timur kelihatan panorama pantai-pantai selat Bali dengan gunungnya. Pemandangan pantai Sanur jjuga terlihat indah di sore hari.

Gugusan Pulau Serangan dan bukit karang yang menjorok ke laut terlihat dari pantai Sanur sebelah selatan. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Wisatawan di pantai Sanur senang menikmati matahari terbit dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

Pantai Sanur jaraknya sekitar 4 Km dari pusat kota Denpasar, dapat dicapai dengan mobil maupun sepeda motor. Pantai Sanur sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Hari minggu dan hari libur tempat ini menjadi pilihan penduduk kota Denpasar untuk berekreasi dan mandi di laut. Pada malam bulan purnama banyak orang datang santai dan mandi sambil menikmati keindahan pantai. Selain pantainya, Museum Le Mayeur juga banyak menarik minat wisatawan.

Di pantai Sanur banyak di gelar event-event lokal, nasional, maupun internasional. Contoh dari event itu adalah lomba Layang-Layang, lomba Jukung Tradisional.

Fasilitas yang terdapat di Sanur adalah, adanya hotel bertaraf inernasional seperti Hotel The Grand Bali Beach, Hotel Bali Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindhu Beach, Griya Santrian, Besakih Hotel, dan masih banyak lagi sepanjang timur dan tenggara pantai ini. Berbagai fasilitas ini berbaur dengan fasilitas untuk tempat tinggal penduduk, sehingga Sanur merupakan kawasan tertutup. Kios barang kesenian dan art shop juga banyak disana. Akomodasi dan restorant juga sudah banyak tersedia yang senantiasa siap melayani kepentingan para wisatawan. Pantai Sanur juga dipergunakan sebagai tempat penyebrangan menuju pulau Nusa penida, dan juga tersedia restourant cepat saji seperti Mc Donald dan KFC, dan tak kalah pentingan fasilitas Bank dan juga Money Changer (tempat tukar uang asing), serta ATM yang sangat mempermudah para wisatawan untuk proses pengambilan uang mereka.